E_Government

Saat ini, tuntutan masyarakat adalah pemerintah yang memiliki waktu layanan yang cepat terhadap berbagi kebutuhan publik. Dengan kata lain, masyarakat/ rakyat tidak peduli bagaimana pemerintah mengorganisasikan dirinya, yang dilihat masyarakat adalah proses layanan yang diharapkan dapat diberikan secara lebih baik, cepat, dan ekonomis.

Contoh pelayanan terhadap masyarakat yang masih menjadi kendala adalah pada waktu pengurusan Kartu Tanda Penduduk. (RT/RW, kelurahan bahkan sampai ke tingkat provinsi sekalipun), kurang adanya layanan akan kebutuhan masyarakat, . Hal inilah yang patut dipertimbangkan solusinya. Di sinilah saatnya pemerintah mempertimbangkan berbagai hal dalam meningkatkan layanannya ke masyarakat.

Salah satu solusi dari permasalahan di atas adalah menerapkan sebuah layanan informasi kepada masyarakat yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan sebagian atau bahkan keseluruhan kebutuhan masyarakat akan informasi yang dibutuhkan. Sesuai topik diatas kita akan membahas tentang E_Government, inilah salah satu alternatif yang ada saat ini dan terus berkembang sesuai tingkat kebutuhan.

E_Government
Saat ini teknologi informasi merupakan salah satu option yang dapat diunggulkan dalam menunjang berbagai produktifitas sebuah layanan ( E_Learning, E_Commerce ), yang awalnya konvensional dapat di tingkatkan dengan layanan berbasis komputerisasi, untuk efisiensi serta efektifitas kerja di samping itu juga ekonomis. Hal ini sudah merupakan kesepakatan yang ada serta berkembang saat ini, oleh karena itu banya pihak (pemerintah) di Indonesia yang mulai mengembangkan layanan E_Government untuk dapat memberikan layanan terbaik, setidaknya sebagian dari kebutuhan informasi tidak hanya masyarakat lokal melainkan masyarakat international sekalipun ( walaupun sebagian masih seadanya saja dengan content ( isi ) yang tidak jelas, dan banyak dijadikan proyek terselubung ).

Sebagai contoh, Daerah Istimewa Yogyakarta yang meletakan alamat websitenya di http://www.jogja.go.id . Ini salah satu contoh kecil daerah dengan layanan E_Government-nya, hanya saja masih sekedar informasi saja ( lebih baik bila disatukan juga pelayanannya untuk pengurusan KTP, Pajak dll ). Pada http://www.bapeda.pemda-diy.go.id/pustaka/renstrada%202004-2008.pdf , halaman 46 dan halaman 48 dijelaskan juga untuk mengoptimalkan E_Government yang ada ( bagaimana selanjutnya ? ).

Olehnya pemerintah daerah lainnya pun perlu memikirkan kearah sana melihat kondisi saat ini layanan E_Government yang diterapkan di pemerintah daerah belum optimal. Kalo boleh dibilang baru 25% penerapan E_Government yang telah dijalankan oleh pemerintah daerah yang berada di Indonesia sebagaimana bisa dilihat pada beberapa contoh dibawah ini :

http://www.jakarta.go.id
http://www.jogja.go.id
http://www.semarang.go.id
http://www.denpasarkota.go.id ( Bali )
http://www.surabaya.go.id
http://www.balikpapan.go.id
http://www.pemkomedan.go.id (kenapa tidak http://www.medan.go.id ? )
http://www.pemkot-malang.go.id
http://www.gorontalo.go.id atau http://www.gorontaloprov.go.id ( dualisme ? )
http://www.kotabekasi.go.id
http://www.nad.go.id ( Aceh )
http://www.slemankab.go.id

Bagaimana Seharusnya?
Dalam menerapkan E_Government yang optimal perlu beberapa riset khusus namun secara umum E_Government yang baik adalah dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat akan informasi. Disini perlu diterapkan sebuah pusat interaksi daerah yang disebut Citizen Interaction Center (CIC) ( System ini diperkenalkan oleh ORACLE ) yang nantinya akan menampung seluruh informasi dari daerah, sehingga seluruh informasi akan diproses oleh CIC dan akan mempublishnya ke dalam layanan E_Government.

CIC merupakan pusat informasi yang dapat di akses dengan berbagai macam cara antara laintelp, sms, dan internet. Namun kali ini kita hanya membahas tentang cara melalui Internet dalam hal ini mengunakan fasilitas website. Syarat utama berhasil tidaknya layanan ini (CIC)terletak pada mampu tidaknya pemerintah mengintegrasikan data secara lintas sektoral keseluruhan produk-produk E_Government yang akan ditawarkan oleh institusi-institusi terkait. Dengan kata lain, diperlukan sistem backoffice dalam penanganan ini.

Gambar 1. Skema CIC

Dikatakan lintas sektoral karena data atau informasi yang akan diinformasikan bukan hanya bersumber dari pemerintah saja, melainkan dari berbagai sumber, misalnya data Dinas pendidikan, Dinas Kebudayaan, Keuangan Daerah, hingga sampai ke Dinas pertanahan sekalipun bahkan tidak menutup kemungkinan sampai ke berbagai dinas-dinas terkait lainnya.

Apakah hasil yang akan di peroleh dari penerapan E_Government secara maksimal? Banyak hal yang akan diperoleh dengan di optimalkan layanan publik berbasis e_gov ini, misalnya: Efisiensi media layanan ke masyarakat. Ketersediaan sumber informasi yang dapat di akses kapan saja dan dimana saja (selama tersedia koneksi internet, guna akses ke e_government).

Sebagai bukti keseriusan pemerintah serta pihak terkait dalam melayani masyarakat dengan secara total. Sebagai bentuk tranparansi informasi.dan lain sebagainya. Banyak hal yang dapat di peroleh dari penerapan teknologi informasi ke dalam kinerja pemerintah, namun sejauh mana hasil yang akan diperoleh hal ini akan diperoleh dari sejauh mana pemerintah dan pihak-pihakterkait dalam memberikan informasi secara luas dan terbuka.

Syarat utama berhasil tidaknya membangun CIC ini terletak pada kemampuan pemerintah mengintegrasikan secara lintas sektoral keseluruhan produk-produk e-Government yang ditawarkan oleh berbagai institusi pemerintahan terkait. Dengan kata lain, diperlukan sebuah sistem backoffice yang sangat kuat untuk menunjang fungsi CIC agar dapat efektif dan efisien. Sistem back-office ini bertugas untuk mengintegrasikan seluruh data, aplikasi, dan teknologi yang terdapat di sejumlah institusi pemerintahan ke dalam sebuah sistem informasi pendukung CIC. Untuk keperluan tersebut, telah banyak jenis konsep aplikasi yang ditawarkan, seperti misalnya: Enterprise Resource Planning (ERP), Supply Chain Management, e-Procurement, Extranet, dan lain sebagainya. Tanpa adanya sebuah sistem yang terintegrasi, akan mustahil sebuah CIC dapat berfungsi secara efektif melayani masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: